Rabu, 18 Maret 2009

Musik Rege

Cangkir caffe menjadi saksi tempat nongkrongku bersama teman - teman minggu ini. Hari Senin lalu tiga band indie beraksi di panggung Cangkir. Mereka menampilkan aliran musik yang berbeda - beda, rock, pop jazz, dan rege.
Performance para personil band rege itu yang menarik perhatian saya. Kita tahu kalau musik rege kan belum membumi di Indonesia, jadi ketika melihat mereka seperti dibawa ke dunia baru. Sebenarnya musik simple, ga ada melodi dari gitar yang ruwet, mudah didengar, dan intro awalnya kebanyakan pukulannya sama, "trataktaktaktak", hahaha, apa mungkin aku aja yang awam sehingga kedengarannya sama.
Bukan hanya musiknya yang enak, gaya personilnya juga unik. Vokalisnya gendut, suaranya datar tapi enak dan jelas, memakai topi dan bergaya dengan lincah. Yang paling menonjol, personil yang berambut gimbal panjang, dengan gayanya yang selalu manggut - manggut mengikuti irama musik membuat penonton sesekali tertawa.
Penonton atau penggemarnya juga gak kalah, jangan salah sangka, walaupun mereka belum dikenal di Indonesia, tapi hari itu dia paling banyak penggemarnya dan ada komunitas rege yang datang. Dari pengamatanku mayoritas orang daerah timur Indonesia, ambon, Irian, dan lain - lain. Ketika musik rege dimainkan, semua pecinta rege itu maju dan berdiri di bawah panggung, lalu berjoget dan membuat gaya - gaya yang aneh menurutku. Ada yang berputar - putar, ada yang saling bergandengan tangan dan membuat gerakan.

Selasa, 09 September 2008

Asyiknya jadi anak Band

Dunia hiburan saat ini mengalami perubahan yang pesat. Salah satunya dunia musik yang kian lama kian marak dengan hitz lagu - lagu baru yang campur aduk aliran musiknya. sampai - sampai musik itu kadang tidak berkualitas, hanya enak saja didengar, lirik lagu yang mudah diingat. Band di Indonesia pun tidak bisa lagi dihitung dengan jari seperti beberapa tahun yang lalu, persaingan mereka tidak lagi karena karya yang baik tapi hanya bermodalkan faktor keberuntungan. Apa senangnya sebenarnya mereka menghabiskan waktu hanya di studio, berpikir tentang musik, kadang tidak mandi hanya untuk ingin menjadi terkenal seperti band lain walaupun itu tidak menjajikan? Dari pengalaman saya, dan beberapa observasi kecil - kecilan saat nongkrong bareng teman-teman band saya mereka mengatakan idealis mereka saat dituangkan dalam lagu tulah yang asyik dam memberi kepuasaan dan kebanggaan. Asyik juga ketika kita berkumpul bersama, ngobrol sesuatu yang tidak penting, terkadang hanya untuk melestarikan kebudayaan berkumpul saja. Tapi ditulah anak band menjadi hidup, mereka bisa menjadi diri mereka sendiri, bebas berekspresi tanpa batasan apapun. Ketika festival ato menjadi bintang tamu acara itulah puncak asyiknya menjadi anak band, kita bisa menjadi penguasa saat memainkan lagu itu, apalagi membawakan lagu sendiri, benar-benar menjadi kebanggaan.
Kalo pengalaman saya sendiri menjadi vocalis band, asyiknya menjadi anak band ketika menerima tantangan dimana harus menyanyikan lagu yang bukan genre suaraku. Ngoyo, memang butuh extra improvisasi yang baik agar lagunya enak. Tapi disitulah Asyiknya jadi anak band.
Gimana dengan kalian yang anak band? Asyik nggaK???